menjelang bulan puasa

7 Agu

Koil Megaloblast

18 Jun

Di tahun 2003 yang telah berlalu sewaktu saya masih sekolah di SMAN 02 PANDEGLANG, selera musik saya makin berkurang terhadap perkembangan band-band baru, kalau nggak band senior alagi nggak ada band yang mantap. tapi pada suatu waktu disaat malam sekitar jam 23.00.wib,di acara tv MTV WOW yang menayangkan band underground. saya di kejutkan dengan satu penampilan band yang berasal dari bandung yaitu KOIL.

Koil adalah band beraliran rock yang berasal dari Bandung, berdiri pada tahun 1993, dengan formasi Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (Bass), Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu orang lain.

Sejarah dan perjalanan band

Dengan usaha keras akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994 dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8 buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul “Demo From Nowhere”. Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter (ex drummer Pas band)

Pada tahun 1996, seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 Koil merilis full albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian diambil dari single Demo From Nowhere.

Album ini mendapat tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock, karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan sampling sampling suara. Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato, dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia, menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.

Kerjasama Project Q dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil. Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.

Apocalypse Record

Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,

Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.

Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.

Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.

Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini).

Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil

Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.

[sunting] Alfa Record

Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.

Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,

Pada tahun 2003-2004 Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik, Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.

Di pertengahan tahun 2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II. Single ini masuk dalam soundtrack film horror berjudul ’12:00 AM’. Masih di bulan yang sama , Koil membuat klip dari lagu Hiburan Ringan Part II. Untuk mempromosikan single terbaru ini Koil tampil di acara PESTA INDOSIAR, Kuta Karnival (Bali) untuk acara Oakley dan The Beat Rock Fest. Kemudian di Jogja pada acara Star On Campus.

Saat ini Koil baru saja menyelesaikan album terakhirnya dan sedang melakukan “KOIL BLACKLIGHTSHINESON TOUR 2008″2008.

Apocalypse Record

Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,

Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.

Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti: Best Alternative Indonesia (Aquarius Musikindo), Ticket To Ride (Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.

Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.

Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini).

Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank (pendiri band/clothing citysounds) kabarnya adalah sahabat Koil

Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV, tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park), Hal itu membuat pihak MTV mengundang Koil untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.

[sunting] Alfa Record

Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu Alfa Record menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.

Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia,

Pada tahun 2003-2004 Koil banyak diundang untuk tampil di acara-acara seperti Nescafe Musik Asik, Ulang tahun ke -20 tahun Slank di Stadion Lebak Bulus, Pekan Raya Jakarta dan Pensi-Pensi SMU di Jakarta dan Bandung.

Di pertengahan tahun 2005 sekitar bulan Juni, Koil merilis 2 buah single terbarunya yang berjudul Hiburan Ringan Part 1 dan Hiburan Ringan Part II. Single ini masuk dalam soundtrack film horror berjudul ’12:00 AM’. Masih di bulan yang sama , Koil membuat klip dari lagu Hiburan Ringan Part II. Untuk mempromosikan single terbaru ini Koil tampil di acara PESTA INDOSIAR, Kuta Karnival (Bali) untuk acara Oakley dan The Beat Rock Fest. Kemudian di Jogja pada acara Star On Campus.

Saat ini Koil baru saja menyelesaikan album terakhirnya dan sedang melakukan “KOIL BLACKLIGHTSHINESON TOUR 2008″2008.

Diskografi

  • 1996: Koil
  • 2001: Megaloblast
  • 2007: Blacklight Shines On

  • 2001: Caligula

  • 1994: Demo From Nowherel
  • Kesepian Ini Abadi (1998)
  • Hiburan Ringan PT. II (2005)
  • Suaramu Merdu (2009)

  • J.A. Verdijantoro (Otong) – vokal utama (1993-sekarang)
  • Donnijantoro – gitar, vokal latar (1993-sekarang)
  • Ibrahim Nasution (Imo) – gitar, vokal latar (1993-2010)
  • Leon Ray Legoh – drum (1993-sekarang)
  • Adam Joswara – gitar bas, vokal latar (2007-sekarang)

Hilman hariwijaya idola saya waktu tahun 90-an…..

14 Jun

Hilman Hariwijaya

JAGO NGOCOL SE-INDONESIA
Lahir di Jakarta, tanggal 25 Agustus, bintangnya Virgo, bo! Hilman yang turunan Jasun alias Jawa-Sunda ini punya papa tentara berpangkat kolonel. Mulai ngarang sejak ABG, dengan membuat serial Lupus di majalah HAI yang berhasil mengangat namanya. Ia juga pernah juara ngarang di majalah yang sama. Pernah kuliah di UNAS jurusan Sastra Inggris.

Hilman Hariwijaya dengan Lupus-nya merupakan fenomena dalam dunia penerbitan Indonesia. Lupus#1: Tangkaplah Daku Kau Kujitak, terbit Desember 1986, cetakan pertamanya sebanyak 5.000 eksemplar habis dalam waktu kurang dari satu minggu. Hilman menulis puluhan judul yang meliputi seri Lupus, Lupus ABG, Lupus Kecil, Lupus Milenia, Olga, Lulu, Keluarga Hantu, Vanya, Vladd, Dua Pelangi dan beberapa judul lepas. Beberapa karyanya ditulis bersama Boim,Gusur dan satu bernama Zara Zettira. Tiras total penjualan bukunya mencapai jutaan eksemplar!Jumlah yang luar biasa untuk ukuran Indonesia,mengingat tiras “normal” buku lain rata-rata 3.000-5.000 eksemplar,dan itu pun tidak habis terjual dalam waktu satu tahun.

Kisah Lupus menggambarkan gaya hidup remaja. Sarat dengan humor orisinal, terutama unik dalam gaya bahasa dan pilihan kata yang seenaknya. Tapi justru dengan gaya bahasa seperti itulah yang pernah dianggap merusak bahasa Indonesia-Lupus menjadi produk yang khas,disukai dan diakrabi para remaja.

Seri Lupus sudah difilmkan, baik di layar lebar maupun dalam bentuk sinetron. Sedangkan seri Lulu, Olga, Vanya dan Vladd serta beberapa cerita lepas lainnya telah disinetronkan.

sebuah biografi Barry Prima

10 Jun

Barry Prima lahir di Bandung pada tahun 1955, dengan nama Hubertus Knoch. Barry merupakan putra seorang dokter keturunan Belanda yang cukup dikenal di Bandung. Ia merupakan aktor laga paling populer di era 80an, dan hampir selalu memerankan peran jagoan di film-film yang dibintanginya.  Advent Bangun seringkali ditampuk sebagai lawan tangguh yang  mendampinginya.

Barry Prima memulai karirnya pada tahun 1978 dalam film Primitif. Film produksi Rapi Films dan disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra ini bercerita tentang sekelompok mahasiswa antropologi dan pemandu mereka yang terjebak kawanan kanibal di hutan rimba tak dikenal.

Film selanjutnya masih merupakan film garapan Sisworo Gautama Putra yaitu Srigala (1981) yang diperan-utamai oleh Lydia Kandou dan  Jaka Sembung (1981). Di film silat garapan Sisworo Gautama Putra ini, Barry memerankan Jaka Sembung, seorang tokoh jagoan penentang kompeni. Cerita Jaka Sembung ini berasal dari komik populer karya Djair dengan judul yang sama.  Film ini sangat laris dan berhasil diedarkan keluar negri. Film ini dikenal di luar negri dengan judul The Warrior dan sampai saat ini merupakan salah satu film cult paling favorit dari Indonesia. Beberapa sekuelnya sempat dibuat kemudian oleh Rapi Films, yaitu Bajing Ireng dan Jaka Sembung (1983) dan Si Buta lawan Jaka Sembung (1983). Bajing Ireng dan Jaka Sembung sempat dinominasikan dalam FFI (Festival Film Indonesia) untuk Peran Pembantu Terbaik (El Manik) dan Editing.  Sebuah sekuel lain dengan mutu di bawahnya beredar beberapa tahun kemudian dengan judul Jaka Sembung dan Dewi Samudra (1990, produksi Andalas Kencana).

Lawan main Barry Prima di film Jaka Sembung adalah Eva Arnaz, yang kelak sempat menjadi istrinya di dunia nyata. Mereka kemudian tampil berpasangan di film-film aksi produksi Parkit Film seperti Membakar Matahari (Arizal, 1981), Serbuan Halilintar (Arizal, 1982) dan Perempuan Bergairah (Jopi Burnama, 1982). Film yang terakhir dikenal di luar negri sebagai Ferocious Female Freedom Fighters. Mereka berdua juga tampil dalam film yang diangkat dari karya Djair, Bergola Ijo (Arizal, 1984) yang diproduksi oleh Virgo Putra Film.

Barry juga sempat turut dalam film-film horor terkenal karya Sisworo Gautama Putra yang diperan-utamai oleh Suzanna, yaitu Nyi Blorong (1982) dan Sundel Bolong (1982). Ia juga turut dalam film perjuangan karya Imam Tantowi, yaitu Pasukan Berani Mati yang diperankan oleh banyak aktor/aktris top Indonesia pada saat itu.

Pada tahun 1984 Barry Prima tampil bersama Advent Bangun dalam film Golok Setan (The Devil’s Sword) yang disutradarai oleh Ratno Timoer, yang terkenal sebagai pemeran Si Buta Dari Goa Hantu. Ceritanya berasal dari komik karya Man dan skenarionya ditulis oleh Imam Tantowi. Film ini termasuk “aneh”, karena di dalamnya terdapat pertarungan antara Barry dengan Manusia Buaya yang didukung oleh special effect yang masih bertaraf rendah. Namun film ini berhasil dijual ke luar negri dan menjadi salah satu film cult yang populer dari Indonesia. Bahkan filmnya yang telah didubbing ke dalam bahasa Inggris diremaster dan diedarkan dalam bentuk DVD di Amerika Serikat. Beberapa tahun kemudian Barry kembali berperan sebagai Mandala dalam film Mandala Dari Sungai Ular (1987) dan Mandala Penakluk Satria Tar Tar (1988).

Keberhasilan Rapi Films menjual film-film produksi mereka ke luar negri, akhirnya mendorong mereka membuat film dengan sebagian crew dan pemain dari luar negri. Tujuannya jelas agar lebih laku dijual di luar negri. Mereka sempat mengundang Chris Mitchum (putra aktor terkenal AS Robert Mitchum) yang sempat populer di tahun 70an dengan filmnya yang diperankan bersama Olivia Hussey, yaitu Summertime Killer. Chris Mitchum disandingkan bersama Barry dalam film Menentang Maut. Film ini diedarkan di luar negri sebagai No Time To Die. Yang menjadi peran-utama di film ini adalah John Phillip Law (salah satu pemeran Sinbad) dan Chris Mitchum.

Beberapa filmnya kemudian yang masih cukup terkenal adalah film-film yang disutradarai oleh Imam Tantowi, seperti Carok (1985) dan Menumpas Teroris (1986). Film Carok mendapatkan nominasi Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI untuk El Manik.

Film-film selanjutnya masih bertema aksi, antara lain Residivis, Siluman Srigala Putih, Kelabang Seribu, Si Rawing, Tarzan Raja Rimba, Jampang. Barry juga tampil dalam sekuel film Pandji Tengkorak (A Haris, 1971), yaitu Walet Merah (1993) yang disutradarai oleh SA Karim.

Film-filmnya semakin merosot mutunya sejalan dengan terpuruknya film Indonesia di tahun 90an. Namanya tidak terdengar lagi sampai awal pertengahan 2000an, ketika Barry Prima tiba-tiba tampil dalam serial TV Jaka Tanding. Namun gemanya tidak terasa, karena serial ini tidak begitu terdengar.

Yang menjadi titik balik adalah penampilannya sebagai seorang supir taksi dalam film populer Janji Joni di tahun 2005. Film ini adalah debut awal penyutradaraan dari Joko Anwar, seorang kritikus film yang sebelumnya dikenal sebagai penulis skenario film Arisan! (Nia Dinata, 2004). Film ini sukses dalam peredarannya dan Barry dinominasikan sebagai Pemeran Pembantu Pria Favorit oleh MTV Indonesia Movie Awards.

Setelah itu Barry ikut dalam serial di TPI, Emak Gue Jagoan, yang diperan-utamai oleh Nicky Astria, lady rocker dari Bandung. Serial ini merupakan pemenang Sinetron Laga dan Misteri Terpuji dari Festival Film Bandung.  Dalam salah satu episodenya Engkong Kite Jaka Sembung, diceritakan bahwa Nicky Astria yang berperan sebagai Emak dan Abah (Gito Gilas) dikaruniai dua anak, Hanafi dan Fatimah. Kedua anak ini berlibur ke rumah kakek nenek mereka. Sang Engkong diperankan oleh Barry Prima. Ceritanya saat itu sedang bulan puasa. Hanafi dan Fatimah bermimpi sama, yaitu mereka masuk ke masanya Jaka Sembung. Disana mereka bertemu Jaka Sembung yang tentu saja berwajah sama dengan Engkong mereka. Tak heran, jika Hanafi dan Fatimah ngotot kalau Jaka Sembung itu engkong mereka.

Yang paling mengejutkan adalah penampilan Barry di film Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (Upi Avianto, 2006). Di dalam film ini, Barry berperan sebagai ayah transeksual. Film ini juga merupakan debut dari Nadine Chandrawinata.

Barry Prima juga tampil dalam film Koper (Richard Oh, 2006) dan sebuah film horor yang disutradarai Stephen Odang dan Rico Bradley berjudul Enam (2007).

FILMOGRAFI

Primitif (1978)

Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981)

Srigala (1981)

Jaka Sembung (1981)

Membakar Matahari (1981)

Sundel Bolong (1982)

Serbuan Halilintar (1982)

Pasukan Berani Mati (1982)

Nyi Blorong (1982)

Perempuan Bergairah (1982)

Perhitungan Terakhir (1982)

Bergola Ijo (1983)

Bajing Ireng dan Jaka Sembung (1983)

Si Buta lawan Jaka Sembung (1983)

Nyi Ageng Ratu Pemikat (1983)

Golok Setan (1984)

Menentang Maut (1984)

Gadis Berwajah Seribu (1984)

Noda X (1984)

Residivis (1985)

Ratu Sakti Calon Arang (1985)

Putri Duyung (1985)

Komando Samber Nyawa (1985)

Darah Perjaka (1985)

Carok (1985)

Kesan Pertama (1985)

Menumpas Teroris (1986)

Sengatan Kobra (1986)

Yang Perkasa (1986)

Kelabang Seribu (1987)

Malaikat Bayangan (1987)

Pendekar Bukit Tengkorak (1987)

Mandala Dari Sungai Ular (1987)

Siluman Srigala Putih (1987)

Mandala Penakluk Satria Tar Tar (1988)

Pendekar Ksatria (1988)

Pertarungan Iblis Merah (1988)

Siluman Kera (1988)

Jampang (1989)

Jurus Dewa Naga (1989)

Pancasona (1989)

Tarzan Raja Rimba (1989)

Jaka Sembung dan Dewi Samudra (1990)

Jaka Tuak (1990)

Jampang II (1990)

Rajawali Dari Utara (1990)

Tarzan Penunggu Harta Karun (1990)

Kamandaka (1991)

Prabu Anglingdarma II (1992)

Pedang Ulung (1993)

Perawan Lembah Wilis (1993)

Si Rawing II Pilih Tanding (1993)

Walet Merah (1993)

Jurus Dewa Kobra (1994)

Macho (1994)

Prabu Anglingdarma III (1994)

Macho 2 (1995)

Panther (1995)

Jaringan Tabu (1996)

Membakar Gairah (1996)

Gairah Membara (1998)

Nafsu Membara (1998)

Permainan Membara (1998)

Menentang Nafsu (1999)

Janji Joni (2005)

Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (2006)

Koper (2006)

Enam (2007)

Film serial TV:

Jaka Tanding

Emak Gue Jagoan (2006)

pengalaman sutradara muda Upi Avianto tentang Barry Prima

Begini ceritanya, seorang aktor tengah diincarnya untuk memerankan salah satu karakter dalam film keduanya,  Realita Cinta dan Rock n’ Roll. Karakternya unik: Seorang pria transeksual. Maka kriteria tokoh pun  dipatok Upi. Katanya, si pria haruslah berbadan kekar, tegap, gagah dan garis wajah yang tegas.  “Usianya kira-kira 50 tahunan,” ucapnya di Jakarta, belum lama ini.

Bingung mencari, seorang teman lalu menyodorkan nama Barry Prima. Klop! Upi langsung menganggukkan  kepalanya, tanda setuju. Tapi ketakutan langsung saja menyergapnya. Ia khawatir tawaran itu justru bakal menyinggungnya.

Benar saja, saat hendak menemui Barry Prima di Bandung, Upi memilih ditemani teman-temannya. “Bukan grogi tapi takut digebuk. Serius! Aku bilang sama temanku, ok, tapi aku minta ditemenin. Jangan sampai tiba-tiba dia tersinggung terus gebuk aku,” kenangnya.

Untung saja, Barry mau menerimanya. “Dia suka dengan skenarionya dan akhirnya mau,” kenangnya lagi. Kejadian itu memang sudah cukup lama, ketika ia hendak memulai menggarap film keduanya itu.

Setelah syuting berjalan, dugaan Upi terhadapnya justru sebaliknya. Barry, terang Upi, adalah sosok aktor yang hebat. “Dia paling nurut. Meski awalnya masih kelihatan egonya sebagai aktor senior. Tapi dia hebat. Apapun (adegan) yang dia mau, selalu dia dapatkan,” puji ibu satu anak itu.

Yang bikin Upi salut, justru karena sikap profesional  yang ditunjukkan Barry. Demi menyelami karakter yang diperankannya, Barry langsung berlatih bagaimana caranya  mengenakan sepatu hak tinggi. Bahkan, sampai latihan dansa segala.

Hasilnya? Memang mengejutkan. Dalam film yang akan dirilis 2 Februari mendatang itu, Barry mampu mengubah pandangan orang, bahwa  ia juga cukup  mampu bermain film tak hanya mengandalkan aksi bela dirinya. Dan, Upi pun pantas bungah untuk itu.

amerika harus berfikir 2X kalau mau bermusuhan dengan indonesia…???

4 Jun

Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus
menyerang Indonesia.
Berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa
keuntungan
pihak indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

Begitu memasuki perairan dataran Indonesia, mereka
akan dihadang pihak bea cukai karena membawa masuk
senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang
tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka
harus menyediakan “Uang Damai”.
Coba hitung berapa besarnya jika bawaannya sedemikian
banyak.

Kemudian mereka mendirikan base camp militer.
Bisa ditebak di sekitar base camp pasti akan di kelilingi
oleh penjual bakso,tukang es kelapa, lapak VCD bajakan,
sampai obral Cel-Dam Rp. 10000 3 Pcs.Belum lagi para
pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar
base camp juga.

Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank
lapis baja yang di parkir dekat base camp akan dikenakan
retribusi parkir oleh petugas dari dinas perparkiran
daerah.Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan
Rp. 10.000,-(maklum tarif orang
bule),berapa yang harus dibayar AS kalau kendaraan &
tank harus parkir selama sebulan.

Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus
menghadapi para Mr. Cepek yang berlagak memperbaiki
jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang
melewati jalan tersebut. Dan jika kendaraan tempur dan
tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka
harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepe.

Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika
harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti
akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak
jalanan,ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum
lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, sudah
pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin.
Bayangkan berapa banyak ‘uang damai’ yang harus di
keluarkan?

Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa
tidur, karena
nyamuknya Masya Allah,gede-gede kayak vampire.
Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi
para wanita yang tertawa dan menangis.
Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan
wanita ini, tapi
kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para
wanita ini punya bolong besar di punggungnya.

Pagi harinya mereka tidak bisa Mandi. Karena di sungai
banyak di lalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan
penduduk setempat dari “Flying helicopter” alias WC
terapung di atas sungai.
Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari peralatan
perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai
pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan
perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja
tank canggih mereka bakal siap dikilo-in.
Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci
T-nya siap merebut jip-jip perang mereka,yang kalau di
dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak
orang kaya yang pengen gaya-gayaan.

Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS
akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau
berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit
saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar
Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.
Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat,
karena para bandit kapak merah sudah mengincar
peralatan canggih itu.

Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang
digunakan untuk base camp kepada Haji Husin, Haji
Mamat, dan Engkong Ja’i para pemilik tanah. Di samping
itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan
kelurahan setempat. Berapa meja yang harus di lalui dan
berapa
banyak dana yang harus di siapkan untuk meng-amplopi
pejabat-pejabat ini.
Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena tugas
tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak
menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW
06, katanya ada Inul di sana.

Membayangkan ini semua akhinya Rumsfield memutuskan
TIDAK AKAN MENYERANG INDONESIA !!!

Layar Tancap

30 Mei

Nggak tahu, deh. Apa sekarang masih ada pabrik jamu dan rokok yang memutar Layar Tancap.

Di tahun 70-80an, layar tancap adalah fenonema yang mudah ditemui, terutama di kampung, di daerah yang tidak memiliki gedung bioskop. Daerah-daerah di pelosok yang hanya dijamah oleh para pekerja marketing perusahaan jamu yang memiliki jiwa adventurer sekaligus interpreneur. Mereka yang selalu siap menembus hutan, menyeberang jembatan reot, masuk ke desa terpencil. Meminjam kalimat Capt. Kirk di STAR TREK: “To boldy go to where no gedung bioskop have gone before!”.

Berbeda dengan para petugas Tim Pencari Fakta kasus Bom Palu atau aktivis LSM, kedatangan tim Layar Tancap ini boleh dikatakan tidak pernah menghadapi resistensi dari penduduk lokal. Bahkan, mereka akan disambut dengan antusias. Anak-anak akan berlari dibelakang mobil promosi mereka, berebut leaflet film dan produk yang mereka sebarkan. Ibu-ibu di rumah, bapak-bapak di sawah, dan penggembala kerbau di lapangan akan memberi respon yang sama: melambaikan tangan ke arah mobil itu, sembari menata ulang agenda mereka: “Batalkan semua acara malam nanti. Layar Tancap is coming to town!”

Dan, malam harinya: Layar Tancap terbukti merupakan fenomena yang sungguh seronok. Bayangkan saja … udara cerah walau agak dingin, tak ada mendung, bintang-bintang nampak jelas di langit. Lapangan sepak bola atau halaman balai desa yang gelap, hanya diterangi oleh lentera atau lampu petromaks dari gerobak pedagang kaki lima di pinggir lapangan: penjual bakso, kacang rebus, minuman panas, dan mainan anak-anak.

Penduduk satu desa, dan seringkali ditambah penduduk desa-desa sekitarnya, berjubel di sana. Dari manula sampai balita, terbungkus baju hangat, sweater, jaket, kain batik, sarung, atau “kamli” (selimut dari bahan kain katun putih dengan garis-garis hitam atau biru tua, seperti yang biasa dipakai di rumah sakit). Beberapa ibu memeluk dan meneteki bayi mereka, para bapak dan kakek berjongkok atau “nglesot” sambil “klepas-klepus” menghisap rokok kretek, anak-anak berebut tempat paling depan, dan para pemuda-pemudi duduk berdampingan: mencari kesempatan untuk cubit-cubitan dan senggol-senggolan dalam gelap.

Di manapun mereka duduk, mereka akan menghadap ke satu arah: benda yang akan menyedot perhatian mereka selama beberapa jam ke depan. Selembar kain putih yang dibentangkan 2 meter di atas tanah, diikat kuat dengan tali plastik pada dua bilah bambu panjang. Kain putih yang selalu bergoyang, dan kadang menggembung seperti layar perahu, ketika angin yang agak keras berhembus. Selembar kain putih mati yang akan menjadi bernyawa dan punya daya sihir, ketika sorot lampu proyektor mengenainya.

***

Orang masih sibuk ngobrol, beberapa anak masih berlarian, pemuda-pemudi masih saling lempar senyum dan lirikan, ketika slide-slide pesan pembangunan ditayangkan. Maklum, mereka sudah hafal isinya yang klise: mulai dan reboisasi sampai Keluarga Berencana; dari ajakan menanam Lamtoro Gung sampai penggunaan urea tablet. Oh, mereka sudah kenyang mendengar itu semua dalam Temu Desa, pertemuan Kelompok Tani, atau acara penyuluhan yang disampaikan petugas dari Departemen Pertanian atau Kantor BKKBN. Sekalipun klise, sekalipun tidak ada lagi orang yang memberi perhatian, toh slide-slide itu ditayangkan juga. Kita sedang membangun negeri ini, Bung! Maka apapun acaranya: pesta kawin atau jualan jamu, yang namanya Komunikasi Pembangunan harus dilakukan.

Presentasi kedua jauh lebih menarik: promosi produk jamu terbaru. Diiringi lagu dangdut yang diputar dalam volume maksimum dan beberapa orang cebol yang berjoget sambil membagi-bagi sampel, staf marketing perusahaan mulai menjelaskan khasiat setiap jamu satu persatu: menyembuhkan masuk angin, menghilangkan sakit gigi, mengatasi keputihan dan terlambat datang bulan, meredakan pegal linu, melancarkan aliran darah, dan tentu saja … menambah vitalitas pria: “Minum jamu ini, maka Bapak-bapak akan menjadi kuat, seperti Raden Gatotkaca!”

Setelah lima-belasan menit promosi berlangsung, setelah semua produk dibahas satu persatu dengan detil dan bombastis, setelah orang mulai bosan melihat joget orang-orang cebol, dan setelah beberapa pemuda berteriak: “Ayo, putar filmnya!”; maka sang petugas marketing pun mengucapkan the magic words: “Mohon para penonton tenang. Film segera diputar. Dan selama pemutaran film, kami akan siap melayani bapak ibu yang ingin merasakan khasiat jamu produk perusahaan kami. Silakan datang ke mobil promosi, bapak ibu bisa langsung minum jamu yang kami siapkan di sana.”

Semua penonton mendadak menjadi tenang … tiba-tiba saja, suara jengkerik bisa terdengar. Tak ada yang bersuara, kecuali bunyi proses pemasangan roll seluloid ke proyektor. Tanpa sadar, jantung para penonton berdebar sedikit lebih kencang; mungkin beberapa anak menahan nafasnya. Dan akhirnya … film dimulai! Penonton bertepuk tangan!

***

Dua jam kemudian … semua penjahat sudah dikalahkan; Barry Prima menunggang kuda dan melambaikan tangan; Eva Arnaz, dengan baju yang sobek di sana-sini (tuntutan skenario untuk memamerkan kulitnya yang putih), menitikkan air mata melihat sang pahlawan harus pergi. Lampu proyektor pun padam. Penonton menghela nafas lega.

Tidak ada batasan umur, tidak ada sensor. Semua penduduk, dari manula sampai balita, menonton film yang biasanya ber-rating 17 tahun ke atas. Layar Tancap, tontonan rakyat yang demokratis … dan gratis!

***

Nggak tahu, deh. Apa sekarang masih ada pabrik jamu yang memutar Layar Tancap.

Kini kita tinggal di masa yang kaya dengan hiburan dan tontonan; di mana hampir setiap rumah memiliki pesawat TV. Ada 10 stasiun TV swasta berebut perhatian dan iklan (dan TVRI kedodoran berlari di belakang mereka). Dengan membayar 15 ribu rupiah, orang bisa menyewa VCD player berikut 10 film (film porno-nya juga ada, lho) untuk semalam suntuk. Rental video game dan playstation menjamur di mana-mana, dan tiap malam minggu ada .

Adakah perusahaan jamu yang masih memiliki mobil dan kru Layar Tancap? Yang siap pergi di setiap akhir pekan: menembus hutan, menyeberang jembatan reot, masuk ke desa terpencil. To boldy go to where no new media have gone before?

Bioskop lokal tinggal kenangan?

27 Mei

Gedung bioskop merupakan salah satu tempat penting bagi masyarakat, terutama jaman yg telah silam dan pada masa kejayaan perfilman indonesia. tapi seiring perkembangan jaman dengan bermunculanya studio-21 ( tweenty one ), dan waktu itu produksi perfilman tanah air makin berkurang , dirasakan mengancam keberadaan ‘gedung bioskop’ kesayangan masyarakat setempat.pada taun 80-90an bioskop lokal atau non 21 ( tweenty one ),kurang lebih 3000 gedung bioskop di indonesia termasuk di daerahku contoh APOLO theatre,BAD LI theatre,helda film, adri film dan murni film.hampir setiap ada film baru aku nonton,harga karcispun sangat murah. tidak seperti sekarang mahalnya minta amflov.dalam satu tahun hampir 200 judul film. dan sekarang dari 3000 pengusaha bioskop kini tinggal 600 yang ada di indonesia,biasanya dulu selain nonton di bioskop, aku sering nonton layar tancap di acara orang hajatan orang kampungpun sekarang tidak mau lagi mengadakan acara layar tancap kalau sedang hajat, mereka lebih banyak yang mengadakan acara organ tunggal plus artis-artisnya yang seperti bom sex. kini gak ada lagi tontonan film yang seperti di bioskop APOLO theatre,BAD LI theatre,helda film, adri film dan murni film….

koleksi poster film jadul yang masih tersisa…..

masih ada beberapa poster lagi yang belum di tampilkan…….

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.